BERITA

  • PPDB 2019 PERTANDA MENINGKATNYA KEPERCAYAAN MASYARAKAT

    PPDB 2019 PERTANDA MENINGKATNYA KEPERCAYAAN MASYARAKAT

    PPDB tahun 2019 yang telah usai dilaksanakan serta menorehkan harapan yang bagus bagi SMK Negeri Rengel. Dari analisis data pengambilan PIN, pendaftaran jalur semionline, maupun online didapat informasi yang positif. Jumlah pendaftar apabila dilihat dari data pengembilan PIN menunjukkan angka 835 orang ini artinya animo masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di SMK Negeri Rengel sangat besar, jumlah pendaftar jauh lebih banyak dari pagu siswa baru yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yaitu 504 siswa yang dibagi dalam 7 kompetensi keahlian dan masing-masing terdiri 72 siswa baru.

    Merujuk PPDB setahun yang lalu yaitu tahun 2018 dari pagu siswa 14 rombongan belajar sebanyak 504 siswa hanya dapat terpenuhi 13 dengan jumlah sebanyak 463 siswa. Ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kepercayaan masyarakat pada sekolah. sepertinya masyarakat telah mengetahui kualitas kegiatan pembelajaran, juga telah melihat hasil nyata proses pendidikan pelatihan berupa jumlah keterserapan lulusan baik di DU/ DI, Perguruan Tinggi maupun wiraswasta yang sangat besar.

    Proses PPDB yang dimulai dari pengambilan PIN dilanjutkan dengan pendaftaran jalur semionline dan diakhiri online dilaksanakan dengan baik, tertib, transparan dan akuntable. Panitia PPDB memberikan pelayanan yang maksimal senantiasa memberikan bimbingan dan pengarahan yang dibutuhkan oleh pendaftar atau orangtua. Jumlah peserta didik baru yang diterima dari jalur semionline sebanyak 155 yang tersebar di 7 kompetensi keahlian. Dari rekap pengumuman semionline terlihat bahwa pendaftar hanya memanfaatkan pagu prestasi dan keluarga tidak mampu sedangkan jalur perpindahan tugas orangtua tidak diminati.

    Layanan prima panitia diawali dari saat pengambilan PIN, para pendaftar dan pengantar mendapatkan informasi lengkap tentang persyaratan pengambilan PIN, jadwal pendaftaran, tatacara pendaftaran hingga kuota pada masing-masing jalur PPDB. Melihat banyaknya pendaftar panitia harus menyediakan loket pengambilan PIN lebih banyak yaitu 6 meja yang masing-masing ditangani oleh 1 operator. Ibu Heny Rohmawati, S.Pd. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pada saat pengambilan PIN adalah tahap yang paling  banyak memakan waktu karena pada saat ini pendaftar harus menentukan titik koordinat rumahnya, rata-rata mereka membutuhkan 5 hingga 10 menit untuk menyelesaikannya.

    Suasana pendaftaran semi online yang dibuka tanggal 11 hingga 13 Juni tidak ramai karena jumlah pendaftar tidak terlalu banyak. Tetapi pada saat pendaftaran online pendaftar mulai berjubel di sekolah, walaupun sebetulnya pendaftaran online dapat dilakukan dimana saja asalkan terkoneksi dengan internet dan telah memupunyai PIN. Namun kenyataannya pendaftar lebih senang datang lagi ke sekolah untuk melakukan pendaftaran yang dipandu oleh panitia. Melihat antusias yang begitu tinggi panitia sampai kewalahan karena sebagian besar pendaftar belum mengerti tentang tatacara dan syarat pendaftaran.

    Jika dicermati berdasar latar belakang pilihannya ternyata ada dua tipe pendaftar yaitu yang pertama adalah pendaftar yang sudah mempunyai pilihan dari semula jadi dia sudah memilih kompetensi keahlian tertentu dan alternatif kompetensi keahlian yang lain. Namun tidak sedikit pendaftar yang belum mempunyai pilihan mereka pada umumnya hanya ingin masuk di SMK Negeri Rengel tidak peduli pada jurusan atau kompetensi keahlian apa. Rina Wijayanti, S.Pd. salah satu panitia menyampaikan peran besar dari panitia yaitu mengarahkan pendaftar untuk memilih pada kompetensi keahlian yang sesuai dengan bakat dan minatnya, kami takut nanti siswa akan kecewa setelah diterima karena tidak sesuai dengan bakat dan minatnya untuk itu kami berulangkali memberi penjelasan tentang masing-masing kompetensi keahlian baik peluang diterimanya maupun peluang kerja setelah nanti lulus. Namun tidak sedikit pula anak-anak yang memaksa memilih kompetensi keahlian tertentu walaupun sebetulnya nilai NUN nya sudah tidak mungkin diterima inilah problem PPDB di sekolah sebagian besar pendaftar tidak mau mengecek terus perkembangan pendaftaran secara online.

    Pada hari ketiga pendaftaran panitia diarahkan oleh kepala sekolah untuk kembali memberi penjelasan pada pendaftar, bagi pendaftar yang sudah tidak mungkin bersaing karena NUN nya tidak mencukupi kalau bisa dan mau agar diarahkan untuk memilih sekolah lainnya daripada nanti tetap memilih SMK N Rengel tetapi tidak dapat diterima. Mengingat PIN hanya dapat digunakan sekali mendaftar jadi kasihan kalau anak-anak tidak mendapat sekolah.

    Ari Prasetyarini, S.Pd. ketua kompetensi keahlian Tata Busana yang juga mendapat tugas sebagai panitia tidak hentinya bersyukur karena tahun ini pendaftar di jurusannya begitu banyak, tahun lalu tata busana mendapat pagu 2 rombel namun hingga penutupan pendaptaran tidak terpenuhi dan hanya mencapai satu rombel saja. Kali ini pendaftar di tata busana lebih dari 2 pagu jadi tahun ini adalah pengalaman yang pertama kalinya kami menolak pendaptar. Sebelumnya kami sempat ketar-ketir jangan-jangan tahun ini juga tidak memenuhi pagu. Alhamdulillah berkat bimbingan dan motivasi Bapak Kepala Sekolah, kami akhirnya bisa dipercaya masyarakat untuk mengajar, membimbing, dan melatih putra-putrinya selorohnya. Ketika ditanya apa resepnya hingga mendapat siswa yang banyak Ibu Guru yang tinggal di Bojonegoro ini menjawab dengan lugas bahwa cukup promosi melalui anak-anak tata busana kelas X, XI, dan XII beserta orangtuanya, kepada mereka kami sampaikan betapa jurusan Tata Busana adalah jurusan yang sangat dibutuhkan masyarakat dan industri melalui mereka informasi tentang peluang lulusan dapat sampai pada lulusan SMP/ MTs serta masyarakat.  Saya ingat pesan Bapak Kepala Sekolah saat mensupervisi bengkel tata busana beliau bercerita setiap menjahitkan pakaian mesti membutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan baru jadi karena begitu banyaknya orang menjahitkan pakaian namun kenapa anak-anak itu tidak tertarik masuk jurusan tata busana? Pasti ada informasi yang tidak tepat dimasyarakat. Inilah tugasnya Bapak/ Ibu guru untuk memberikan informasi yang lengkap pada masyarakat. Coba dihitung berapa penghasilan tukang jahit, satu hari tidak kurang 2 stel pakaian dapat dibuat dan setiap stel ongkosnya rata-rata 200 ribu jadi berapa gajinya sebulan?

    Beliau juga menyampaikan kalau ditelusuri kebanyakan dari mereka itu bukan lulusan SMK Tata Busana atau Perguruan Tinggi tetapi sebagian besar dari mereka hanya lulusan SMP, atau bahkan SD tetapi mereka mempunyai skill yang mumpuni. Ini artinya seandainya anak-anak itu mau belajar sungguh-sungguh di SMK Tata Busana dengan dibimbing, dilatih oleh Bpk/Ibu Guru yang mempunyai keahlian dasar yang sesuai tentu mereka akan mendapat peluang penghasilan lebih besar karena jurusan Tata Busana tidak berhenti jadi penjahit tetapi terus bisa berkembang menjadi desainer dan lainnya.

    Sementara itu Koordinator Operator PPDB Bpk. Bakhrul Irtiyakh, S.Kom. menyampaikan bahwa setelah dilakukan analisis tentang data dan rekap pendaftaran dapat diperoleh informasi bahwa sebaran sekolah asal siswa baru tidak hanya dari wilayah Kecamatan Rengel, Plumpang, Soko, Grabagan namun juga sampai Bojonegoro dan Wilayah lain. Setidaknya ada 36 lembaga Pendidikan yang ikut meramaikan pendaftaran di SMK Negeri Rengel.

    Sedangkan jika di analisis data peserta didik yang telah diterima melalui PPDB tahun 2019 diperoleh informasi yaitu 85 persen peserta didik baru atau sejumlah 428 orang berasala dari sekolah Negeri sedangakan sisanya 15 persen dari sekolah swasta. Sementara jika analisis difokuskan pada Lembaga Pendidikannya dapat diterangkan bahwa 79 persen yaitu sebanyak 398 siswa berasal dari SMP sedangkan sisanya 21 persen atau sebanyak 106 siswa berasal dari MTs.

    Sebaran NUN siswa baru dapat dijelaskan sebagai berikut pada kompetensi keahlian Akuntansi NUN tertinggi adalah 351,5 sedangkan rata-ratanya 263. Teknik komputer dan Jaringan menduduki peringkat ke dua peraih NUN tertinmggi sebesar 350,5 dan rata-rata 251,8 selanjutnya Tata Busana NUN tertinggi adalah 339 sementara rata-ratanya sebesar 219,9. Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotip NUN tertinggi adalah 327 dan rata-rata 24,86. Multi media mendapatkan siswa dengan NUN tertinggi 308 dan mempunyai rata-rata 224. Selanjutnya Teknik Bisnis Sepeda Motor Raihan NUN tertinggi 300 dan rata-rata 230,8 terakhir Teknik Pengelasan Raihan NUN tertinggi 287 dan rata-ratanya adalah 215,7.

    Pada kesempatan terpisah Kepala SMK Negeri Rengel Drs. Basuki, S.ST., M.Pd. menyampaikan syukur Alhamdulillah atas terselenggaranya PPDB dengan lancar. Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan keras untuk menyukseskan event tahunan ini. Saya juga mngucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan pada sekolah untuk dapat memberi Pendidikan dan Pelatihan kepada putra-putrinya. Kepercayaan masyarakat yang tinggi ini harus kita jawab dengan kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas agar apa yang diharapkan oleh orangtua siswa tercapai. Kami berupaya untuk memberikan pelayanan Pendidikan semaksimal mungkin tidak hanya pada ranah pengetahuan dan ketrampilan namun kami terus berupaya mengembangkan karakter siswa yang kokoh dan berbudi pekerti luhur.

    Semoga apa yang kami usahakan dapat Ridhlo Allah swt, Aamiin.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks