BERITA

  • Pelatihan  Mesin Bubut dan CNC

    Pelatihan Mesin Bubut dan CNC

    Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang – ulang ilmu adalah dzikir, mencari ilmu adalah jihad, ungkap salah seorang filsuf dan sufi dari Persia Abu Hamid Al Ghazali. Terinspirasi dari ungkapan di atas SMK Negeri Rengel bekerjasama dengan widyaiswara P4TK BOE Malang Dr. Arif Firdaus, M.Pd. mengadakan pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi dan keterampilan  guru produktif. Pelatihan ini dilakukan karena SMK Negeri Rengel percaya bahwa keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar-mengajar sangat dipengaruhi oleh tersedianya pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai, kompeten dan profesional. Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah, untuk itu perlu dilakukan peningkatan dalam pemberdayaan dan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar tujuan sekolah dapat tercapai secara maksimal.

    Tema pelatihan adalah aplikasi mesin bubut CNC, mesin frais CNC dan mesin bubut konvensional, kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 12 – 14 Oktober 2019 . Peserta pelatihan adalah Kakomli , Guru dan toolman serta  perwakilan dari siswa.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMK Negeri Rengel Bapak Drs. Basuki, S.S.T., M.Pd,  yang menyampaikan betapa pentingnya meningkatkan kompetensi, karena teknologi selalu berkembang maka pengetahuan dan ketrampilan guru produktip harus selalu di upgrade mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Setelah acara pembukaan dan sambutan dilanjutkan dengan materi pelatihan tentang mesin bubut konvensional dan CNC. Agenda pelatihan adalah pengenalan komponen dan perhitungan dasar kerja mesin bubut dan CNC dilanjutkan dengan praktik pengoperasiannya.

    Setelah kegiatan tersebut,  dilanjutkan dengan setting mesin dan proses menjalankan bagian – bagian dari mesin bubut. Selama proses pelatihan kelihatan sekali peserta sangat antusias dan sangat serius memperhatikan materi yang disampaikan oleh nara sumber. Kemudian setelah peserta memahami  materi dilanjutkan dengan praktik proses pembubutan material baja silinder dengan diameter 25 mm diawali dari facing, pembubutan rata, pembuatan tirus.

    Kegiatan pelatihan pada hari kedua yaitu praktik pembuatan alur dan ulir dengan menggunakan material baja 25 mm. Tepat pukul 12.00 WIB kami ishoma dan sholat berjamaah dengan Bapak Arif begitu sapaan beliau sampai jam 13.00 WIB. Setelah istirahat proses pelatihan dilanjutkan dengan materi Mesin CNC.

    Pelaksanaan kegiatan pelatihan hari ketiga yaitu materi praktik pembuatan material pada mesin CNC yang sebelumnya belum terselesaikan yaitu proses pembuatan tirus, ulir, alur dan radius. Setelah kegiatan dilaksanan selama tiga hari untuk materi CNC dan bubut ternyata  masih kurang karena untuk mempelajari materi tersebut secara detail membutuhkan waktu yang lebih dari tiga hari, untuk itu kedepannya Bapak Kepala Sekolah akan  mengagendakan pelatihan lagi untuk menguatkan materi mesin CNC frais.

    Dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada beberapa perbedaan dasar antara mesin bubut konvensional dan mesin bubut CNC salah satunya terletak pada sistem kerjan dan pengoperasiannya. Pada mesin konvensional dioperasikan secara manual sedangkan pada mesin CNC sistem kerjanya sudah berbasis komputer.

     Dari sisi peserta, diketahui bahwa semangat dan keinginan maju sangat kuat hal ini dipicu karena selama pelatihan mendapatkan tambahan ilmu dan ketrampilan baru tentang mesin bubut konvensional dan mesin bubut CNC sesuai denga standar operasi prosedur sebagaimana dengan tuntutan industri. Harapannya setelah mendapat tambahan pengetahuan dan ketrampilan guru-guru dapat meneruskan kepada siswa sehingga mereka diharapkan bisa menguasai mesin bubut konvensional dan mesin bubut CNC dengan baik dan sesuai dengan SOP.

    SMK Negeri Rengel …Bisa, Hebat, Berkarya. (Ratna)

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks