BERITA

  • VICON KOORDINASI MUTU SMK NEGERI RENGEL

    VICON KOORDINASI MUTU SMK NEGERI RENGEL "DARURAT PENYEBARANCORONA VIRUS DISEASE (COVID-19)".

    Wabah virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia telah menimbulkan berbagai dampak salah satunya bidang pendidikan. Tak tanggung-tanggung , kebijakan membatalkan Ujian Nasional (UN) dan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) dilakukan pemerintah meskipun 2 ujian itu selalu menjadi syarat kelulusan. Alasan utama pembatalan UN dan UKK adalah keamanan dan kesehatan anak-anak beserta keluarganya. Adanya wabah ini tentu kegiatan belajar mengajar di Indonesia berubah drastis . Begitu juga dengan pembelajaran di SMK Negeri Rengel. Sudah hampir 3 pekan tak ada lagi pembelajaran di sekolah. Sebagaimana edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bahwa upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, maka kebijakan yang diambil dengan belajar dan bekerja dari rumah sampai tanggal 5 April 2020. Namun karena penyebaran Covid-19 semakin meluas maka kebijakan tersebut diperpanjang sampai tanggal 21 April 2020.  Semua kegiatan dilakukan secara jarak jauh dengan tujuan diantaranya agar kita semua terhindar dari virus dan tidak menjadi carier.

    Meskipun tatapan mata tak mampu memandang, lentingan suara tak mampu terdengar karena terpisahkan oleh jarak, namun hal itu tidak mematahkan semangat bapak/ ibu guru untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak. Ada banyak aplikasi pembelajaran daring yang digunakan diantaranya goolge classroom, edmodo, schoology, whatshapp, google form dan masih banyak aplikasi lainnya. Hal ini tentu menjadi ilmu baru bagi bapak/ibu dan anak-anak.

    Di bidang manajemen sekolah, koordinasi dan rapat rutin tetap dilakukan demi terpadunya pelaksanaan agenda sekolah. Sabtu, 4 April 2020, bapak kepala SMK Negeri Rengel, Drs. Basuki, S.S.T., M.Pd mengundang bapak/ ibu guru/ karyawan untuk berkoordinasi melalui video conference dengan menggunakan aplikasi zoom. Melalui vicon (video conference), bapak/ibu dapat berbagi pengalaman, bertukar pikiran dan saling berkoordinasi sehingga tujuan sekolah dapat tetap terwujud. Dalam rapat tersebut, bapak kepala sekolah menyampaikan bahwasanya dalam hal pembelajaran daring, anak-anak jangan terlalu dibebani dengan materi, tugas, atau soal-soal yang berorientasi untuk menuntaskan capaian kurikulum demi kenaikan kelas, atau kelulusan semata, tetapi seyogyanya juga diarahkan pada pendidikan kecakapan hidup (life skill) tentang pandemi Covid-19.

    Laporan yang disampaikan oleh bapak/ibu guru, alhamdulillah anak-anak mengikuti pembelajaran daring dengan sangat baik hal ini dibuktikan adanya umpan balik dari anak-anak terhadap tugas-tugas yang diberikan. Selain itu, bapak/ibu juga menyampaikan selalu berkomunikasi dengan orang tua/wali murid dan memantau anak-anak agar mereka selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk stay at home karena dengan cara ini akan efektif mengurangi penyebaran Covid-19.

    Ada satu hal yang menarik yang perlu diapresiasi , ternyata anak-anak rindu akan suasana sekolah. Seperti yang disampaikan Heni Rohmawati, S.Pd, waka kesiswaan SMK Negeri Rengel, mereka selalu menanyakan kapan masuk sekolah, kami rindu suasana kantin, kami rindu bapak/ ibu guru, dan ungkapan lain yang intinya mereka ingin belajar di sekolah. Hal  senada juga disampaikan bapak/ ibu guru lainnya. Ini menunjukkan bahwa kita semua sudah ada dihati anak-anak yang selalu dinanti kehadirannya, ditunggu kedatangannya dan dirindu petuahnya.

    Sementara itu Ka Kompli Tata Busana Ari Prasetyarini, S.Pd. menyampaikan bahwa pembelajaran berorientasi kecakapan hidup telah dilaksanakan dengan baik, Salah satu buktinya adalah “Ditengah pandemi Covid-19 ini, anak-anak mendapatkan pesanan dari beberapa warga untuk membuat alat pelindung diri (APD) berupa masker yang nantinya akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan”. Kami juga siap jika nantinya pemerintah atau institusi lain meminta bantuan untuk membuat APD guna mencukupi kebutuhan di rumah sakit atau puskemas-puskemas di wilayah Kab. Tuban.

    Pada kesempatan vicon Waka Kurikulum Ratnawati, ST., menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran jarak jauh/ daring telah berjalan dengan lancar memang ada sedikit kendala bagi peserta didik yang rumahnya jauh dari jangkauan telekomunikasi namun jumlahnya tidak banyak, tetapi hal itu dapat diatasi dengan cara lain oleh masing-masing guru pengajar.

    Setelah melakukan video conference, harapan bapak kepala sekolah semoga bapak/ibu guru dapat melakukan vicon serupa  dengan anak-anak sehingga mereka tidak merasa bosan dengan tugas-tugas, buatlah pembelajaran lebih variatif dan tentu dengan vicon akan mengobati rasa kangen anak-anak kepada bapak/ibu guru.

    Reni Efrilianingtyas, S.Pd. sangat mengapresiasi kegiatan vicon yang dilaksanakan oleh sekolah, menurutnya kegiatan semacam ini sangat baik untuk menyatukan visi dan misi dalam menghadapi masa sulit COVID-19, Alhamdulillah vicon dapat berjalan dengan lancar aplikasi yang digunakan sangat mudah dan suara serta gambar cukup baik. Demikian pula penilaian dari Nina Royana, S.Pd. guru Bahasa Indonesia yang memuji kegiatan vicon, karena dengan munculnya musibah covid-19 ternyata ada hikmah dibaliknya yaitu Bpk/ Ibu menjadi lebih kreatif dan banyak ilmu baru dalam pelayanan pembelajaran salah satu diantaranya adalah pemanfaat kecanggihan teknologi. Jarak dan tempat bukanlah halangan untuk terus belajar dan berkoordinasi.

    Selanjutnya selama proses belajar dan bekerja dilakukan dari rumah, koordinasi-koordinasi seperti ini akan terus dilakukan oleh Bapak kepala sekolah dengan wakil kepala sekolah , kepala kompetensi keahlian, wali kelas, pembina osis, pembina ekstrakurikuler maupun tenaga kependidikan guna mencapai tujuan sekolah.

    Diakhir diskusi, Drs. Basuki, SST.,M.Pd. menyampaikan satu pesan yang bisa dijadikan motivasi untuk kita semua yaitu sukses itu sederhana, lakukan hal yang tepat dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat. (by Ratna) 

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks